Rabu, 19 Desember 2012

[TravelStory] Pesona Dingin Dieng


Ini tepat satu tahun saat pada tanggal ini satu tahun yang lalu ooppie pergi ke Dieng. Untuk acara kampus dalam rangka mengenal budaya Dieng.
  
Aroma dingin sudah terpapar ketika memasuki kawasan Dataran Tinggi Dieng. Udara sejuk dan hamparan hijau tumbuhan memanjakan tubuh dalam pesona alam yang eksotis. Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan wisata yang menawarkan keindahan alamnya dan budaya unik para penduduknya. Terletak di Kabupaten Wonosobo, 145 km dari Kota Semarang. Saya dan rombongan memang sengaja berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng untuk mempelajari budaya penduduk setempat.
Terpaan angin disertai hujan rintik menyambut kedatangan kami. Cuaca memang sedang mendung saat kami menginjakkan kaki di Dieng Plateau Teater.
Dieng Plateau Teater merupakan sarana pendukung dalam mengenalkan wilayah Dataran Tinggi Dieng melalui sebuah film. Hal itu sebagai sarana pendidikan, kebudayaan, pengenalan potensi wisata serta hiburan. Ruangan tersebut memiliki kapasitas 100 kursi dengan durasi film sekitar 20 menit.
Bersyukur Saya mendapat giliran pertama memasuki Dieng Plateau Teater. Dalam film tersebut berisi tentang informasi mengenai kawah-kawah yang ada di sekitar Dieng. Juga beberapa danau vulkanik yang terbentuk akibat aktifitas gunung merapi yang masih bisa dirasakan walau sedang tidur. Liputan mengenai budaya ruwatan rambut gimbal juga tersaji dalam film tersebut.
Selesai melihat film, Saya dan rekan-rekan berjalan di sekitar sambil menikmati pemandangan yang luar biasa menakjubkan.
Kami melihat pedagang kaki lima yang ada di dekat Dieng Plateau Teater. Sebagian besar menjajakan kentang goreng. Makanan kesukaan saya ternyata menjadi camilan khas wilayah ini.
Di belakang lapak pedagang tersebut, Saya melihat sebuah tangga. Saya penasaran kemana tangga itu akan berujung. Bersama dengan teman-teman, kami menuruni tangga-tangga yang masih nampak alami itu.
Lebatnya pepohonan mengaburkan pandangan kami. Tapi setelah kami semakin turun, ternyata kami dibuat takjub dengan pemandangan Danau Tiga Warna yang menjadi icon Dataran Tinggi Dieng.
Danau Tiga Warna merupakan Danau Vulkanik yang memiliki kandungan belerang. Saat mentari menerpa permukaannya, maka akan terpancar sinar warna-warni akibat dari kandungan mineralnya. Terkadang hijau, biru ataupun kuning.
Kami melihat danau dari ketinggian, sehingga nampak jelas dan indah. Walau begitu kami masih penasaran untuk tetap mendekati danau itu. Saat sampai di tepian danau, ada sebuah ranting pohon yang menjorok ke danau. Menambah keeksotikan Danau Tiga Warna.
Penduduk setempat memiliki kepercayaan atau mitos bahwa dahulu ada cincin milik bangsawan yang bertuah terjatuh ke dalam danau tersebut dan mengeluarkan warna-warni yang tampak seperti sekarang.
Fasilitas di tempat tersebut cukup lengkap. Layaknya wahana wisata yang bisa dikunjungi setiap orang. Ada cukup kamar mandi bersih dengan airnya yang dingin. Di sekitarnya ada pendopo-pendopo untuk peristirahatan, juga tempat sampah di sekeliling untuk menjaga kebersihan kawasan wisata Danau Tiga Warna.
Ranting-ranting yang menjorok di tepian danau menambah nuansa keindahan Danau Tiga Warna. Lelah dan penat selama perjalanan terbayar sudah dengan panorama yang ada di Danau Tiga Warna.



4 coretan:

さくら21Saa mengatakan...

ranting yg menjulangnya indah ya dek,,, seperti diplitur warnanya cokelat mengkilat.

ooppie^,^vie mengatakan...

iya kak.. walaupun aku pas itu udah sakit, tp aq ngotot pengen ke sana, en mau liat rantingnya. ternyata nggak sia-sia aku ke sana

pandanwangi mengatakan...

shaffy.........................................................hehe, miss u.....

ooppie^,^vie mengatakan...

iraaaaa

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...