Kamis, 31 Mei 2012

[STORY] Rainbow Family di Mataku


 
Semangat Pagi!!!

Supaya pikiran ini tidak selalu berkecamuk dan membuatku selalu ingin memikirkan berbagai asumsi yang ada, lebih baik aku tuangkan semuanya biar lega. Hehe

Sering ada teman yang menanyakan, “Sebenarnya RF itu apa? Kok dijadikan nick name di fb?”
Aku menjawab dengan penuh semangat sembari tersenyum, “RF itu kepanjangan dari Rainbow Family. Itu groupku di blog sama difb juga. Pokoknya teman-temannya asyik dah..,”
Temanku yang tahu tentang kesenanganku menyelutuk, “Pasti itu tentang Korea.”
Aku hanya nyengir tanpa ada bantahan. Memang aku suka dengan about Korea, bahkan dari Korea pun aku bertemu dengan keluargaku di dunia maya.

Rainbow Family

Sebuah perkumpulan pecinta dunia Korea yang berkumpul dalam satu wadah komunitas. Kami di sini hanya sekedar menyalurkan hobi dan bersenang-senang.
Awalnya aku hanya menganggap Rainbow Family itu adalah group yang sama dengan group lain. Cukup memberiku info dan menambah wawasanku. Tapi ternyata aku menemukan hal unik yang hingga kini belum bisa aku dapatkan di group lain yang aku ikuti.
Rainbow Family memberiku sebuah persaudaraan.
Kami memang berbeda dan berada di berbagai tempat seluruh Indonesia. Walau begitu, kami selalu merasakan kedekatan di antara kami. Tak hanya berbicara tentang Korea, bahkan kehidupan sehari-haripun bisa di sharekan di sana. Dan ajaibnya selalu ada respek positif di sana.
Jujur! Aku bukan seorang yang bisa dengan mudah mengutarakan maksud hati. Apalagi dengan teman dunia maya yang jelas saja seperti tidak nyata karena kami belum pernah bertemu. Tapi entah bagaimana caranya, mereka semua telah membuka hatiku dan mengajariku bagaimana cara bercengkrama di dunia maya. Mereka mengajariku arti persahabatan di dunia maya. Walau jauh dan tak nampak, tapi mereka bisa memberi hati mereka padaku.
Aku sangat merasakannya.
Ketika awal aku ingin menjadi seorang penulis blog. Aku berkenalan dengan Kak Ari yang sering memberikan comment di blogku, sehingga membuatku lebih bersemangat.
Ketika aku ingin membaca tentang sinopsis drama, aku menemukan Kak Putri dan Teh Nana yang menuliskan tentang perkembangan drama korea favoritku.
Ketika aku sedang down dan hampa, ada Mbak Apni yang memberiku petuah-petuah menyejukkan dan memotivasi.
Ketika aku mengeluh sakit, ada Kak Saa yang memberikan solusi terbaik untuk penanganan rasa sakitku.
Ketika aku ingin menggila ada Meri dan Evi yang menemaniku dalam kegilaan :D
Ketika aku menghilang ada Mbak Ephi yang selalu dengan smsnya menanyakan kabar ataupun heboh sendiri dengan pemberitaan Korea.
Ketika aku ingin bertanya tentang dunia ada Aii yang selalu menjawab dengan jawaban di usia dunia kami
Ketika aku bingung dan bimbang ada Mbak Aya yang menanyakan ada apa
Masih banyak lagi rekan-rekan yang selalu memberiku motivasi dan semangat untuk terus menjalani hidup dan tetap menggila. Hahaha. Mian karena ooppie nggak bisa nyebutin satu-satu. Tapi tetap semuanya ada di hati ooppie J
Aku bisa berbicara tentang segala hal dan bertanya tentang segala hal. Kalian juga yang meracuniku dengan berbagai gadget yang membuatku ileran. Wkwk
Aku bangga pada kalian guys…
Terima kasih karena aku masih menjadi bagian dari kalian.
Walaupun ooppie jarang kelihatan.
Tapi kalian tetap selalu menganggap ooppie sebagai teman.
Saranghae coz Allah…

Rabu, 30 Mei 2012

[STORY] Hobi Baru

Semangat Pagi!!!

Entah kenapa ooppie akhir" ini suka mosting pada malam hari menjelang tidur. Mungkin karena ingin mengisi waktu jeda untuk tidur daripada hanya sekedar bengong. Lagipula gara" td siang tidur jadi sekarang betah begadang deh. Hehe

Ooppie punya hobi baru nii.. Berkreasi dengan kain flanel. Gambar di atas salah satu kreasi ooppie. Masih amatiran siih, tapi step by step insya Allah bisa naik ke kelas mahir  #pede

Ooppie paling sering bikin bros ama gantungan kunci, karena pernak pernik yg ooppie punya cuma itu. Haha

At least.., ooppie pengen menekuni dunia flanel. Sebagai pemula ooppie harus banyak belajar supaya pintar. Wkwkwk

Oke. Cukup sekian dan terima kasih.

Time to sleep!

Published with Blogger-droid v2.0.4

Selasa, 29 Mei 2012

[STORY] Makan Bakso

Semangat Pagi!!!


Sebelum tidur ooppie mau share cerita dulu tentang perjalanan hari ini.

Ooppie barusan pulang dari kampus ooppie tercinta setelah satu pekan nggak maen ke kostan.

Seperti biasa setiap selasa teman2 ooppie selalu kumpul bersama untuk sekedar diskusi dan sharing.

Di situ kami semua menangis ketika kami diceritakan bagaimana rasulullah meninggal. Betapa kecintaan beliau terhadap umatnya melebihi kecintaannya terhadap diri sendiri.


Umatku.. umatku.. umatku..


Begitu kata terakhir yg beliau ucapkan sebelum akhir hayatnya.


Kapan-kapan akan ooppie share kisahnya.


Setelah selesai sharing dan diskusi.  Ooppie istirahat di kamar kos sambil di temenin sama temen ooppie. Eh tiba-tiba ba'da maghrib ooppie diajak makan bakso sama temen2. Akhirnya jadilah kami berlima makan bakso bersama. Ada arum, mb er, mb ningrum,  dan mb hikma.  Dan luar biasanya lagi mb hikma ternyata mentraktir kami semua.. ohoho..

Alhamdulillah rejeki..


Ps for hikma sist:: besok2 lagi ya mbaak.. wkwk


Syukron jazakillah untuk hari ini. Ooppie bersyukur masih bisa merasakan arti sebuah ukhuwah. Walau ooppie seorang yg pendiam??  Tp semua tetap welcome.. Gomapta!! *Nunduk ala org korea.. ckakaka


Published with Blogger-droid v2.0.4

Jumat, 25 Mei 2012

[CERBUNG] Takdir Abal-Abal Episode 7


Allah itu dekat. Lebih dekat dari  urat leher. Allah akan selalu bersama hamba yang mengingatnya. Jika kau mendekatkan diri padaNya dengan merangkak maka Allah akan berjalan mendekatimu. Jika kau berjalan kepadaNya maka Allah akan mendekatimu dengan berlari.
            Aku dan Sasa mencoba untuk lebih dekat pada Allah. Kami bermunajat dalam shalat fardhuNya mengharap keridhoan Allah.
            Selesai shalat aku dan Sasa bercengkrama membahas ospek hari pertama di emperan masjid yang sejuk.
            “Wah! Senior di kelompokku galaknya terkesan leuubay! Wajahnya aja sendu gitu, aneh deh kalau dia galak. Anak-anak aja pada tahu.. haha,” kata Sasa menertawakan ekspresi kakak kelasnya tadi.
            “Di kelompokku, mbaknya wajahnya lembut tapi kalau nyiapin galaknyaaaa.., ckckck,” kataku menyesali.
            Tiba-tiba ada seorang laki-laki muncul dari  pintu samping. Area di sini merupakan area khusus perempuan. Kami terkejut melihat dia yang masuk secara langsung tanpa permisi. Dan semakin membuat terkejut lagi karena dia mendekati kami.

Kamis, 24 Mei 2012

[BUKU] 99 Cahaya di Langit Eropa


Semangat Pagi!!!

Udah lama nih nggak mengulas tentang buku. Sebenarnya akhir-akhir ini ooppie banyak buku baru yang bisa jadi referensi untuk dibaca.

Untuk buku kali ini, merupakan kisah perjalanan penulisnya mengelilingi bumi Eropa. Perjalanan ini tidak sekedar melihat panorama Eropa yang eksotis tetapi juga mengungkap rahasia dibalik Eropa yang tak semua orang mengetahuinya.


99 Cahaya di Langit Eropa

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Penulis                 : Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra
Kategori               : Novel Islami
Tebal                     : 412 Halaman
Harga                    : Rp 69.000,00
Berawal dari seorang Kara Mustafa Pasha yang mencoba menaklukkan bumi Austria. Pada 12 September 1683 Ia melakukan ekspansi di Kota Wina. Setelah mengepungnya beberapa waktu, Ia dan pasukannya mulai melakukan perang terbuka, tetapi ternyata saat itu tentara Wina sudah memiliki bala bantuan dari Polandia dan Jerman.
Alur cerita mulai meninggalkan masa lampau dan menuju masa sekarang. Tahun 2002 bulan Maret, Hanum menginjakkan kaki di bumi Eropa, ia mengikuti jejak suaminya –Rangga--  yang lebih dulu tinggal di kota itu dalam rangka menuntut ilmu. Hanum mengikuti kelas Jerman untuk mempermudah dirinya dalam berkomunikasi dengan penduduk sekitar. Di kelas tersebut, Ia bertemu dengan sosok yang ramah dan murah senyum. Sosok itu juga yang paling mencolok diantara yang lain, ia merupakan seorang muslim yang berjilbab. Hal yang sangat jarang terlihat di Wina dengan muslim sebagai minoritas. Namanya Fatma, dia seorang warga Turki yang mencoba bertahan hidup di Wina.
Fatma senang sekali berkenalan dengan Hanum. Ia mengajak Hanum yang baru saja tinggal di Wina untuk berjalan-jalan mengenal kota Wina lebih dalam. Kunjungan pertama mereka ke lereng Kahlenberg. Pemandangan kota Wina terhampar jelas dari bukit itu. Ketika mereka berada di kafe untuk menghangatkan diri, Hanum mendengar 3 turis sedang membicarakan roti croissant yang mereka makan dan menyangkut pautkannya dengan kekalahan Islam. Hanum menceritakan apa yang para turis itu bicarakan pada Fatma. Mereka hendak membalas para turis itu karena telah menjelek-jelekkan Islam. Tetapi Fatma memiliki cara lain dalam hal membalas mereka, Fatma membayari makanan yang dimakan oleh para turis itu dan mengirimkan pesan kepada mereka.  Pesan itu singkat tapi cukup membuat Hanum terpana, hanya sebuah kalimat berupa hi I’m Fatma, a moeslem from Turkey lalu Ia menulis alamat emailnya. Sebuah cara jitu dalam memulai perkenalan tanpa ada konflik. Fatma menceritakan alasannya membawa Hanum ke lereng Kahlenberg. Tempat itu merupakan saksi bisu kekalahan muslim pada jaman dahulu. Pasukan Turki yang sudah mengepung Kota Wina dipukul mundur oleh pasukan Jerman dan Polandia dari atas bukit itu. Saat itu Hanum berasumsi mungkin saja turis itu benar, roti croissant merupakan symbol kekalahan Islam.
Hanum memiliki seorang tour gaide handal yang bisa membawanya mengenal kota Wina dari berbagai sudut. Fatma dengan senang hati selalu menemani Hanum mengelilingi kota Wina. Banyak pengetahuan tentang Islam yang diketahui oleh Hanum yang tidak ada dalam buku panduan kota Wina, hal itu membuka cakrawala Hanum terhadap Islam. Contoh saja sebuah restoran Pakistan yang menganut slogan ‘All You Can Eat, Pay as You Wish’. Restoran itu menerapkan konsep Ikhlas memberi dan menerima, Take and Give. Itu merupakan ajaran Islam yang mendasar mengenai berderma dan berzakat untuk membersihkan diri.
Keajaiban kota Paris yang tidak hanya memunculkan menara Eiffel sebagai icon. Tetapi Paris juga memiliki sisi menakjubkan lainnya. Kita akan dibawa dalam sebuah fakta yang mencengangkan yang akan bisa membuat kita takjub akan kekuatan Islam.
Buku ini tak hanya menceritakan perjalanan Hanum di kota Wina melainkan juga kota Paris, Cordoba, Granada, dan Istanbul. Di situ Ia menemukan berbagai keajaiban yang membuktikan kepopuleran Islam di masa lampau. Sebuah kisah perjalanan yang menakjubkan dan akan membawa kita ke dunia Islam di masa lalu. Mengingatkan kita akan Islam yang pernah berjaya di Eropa dan suatu saat akan kembali berjaya di dunia.

Endorsement
“Buku ini berhasil memaparkan secara menarik betapa pertautan Islam di Eropa sudah berlangsung sangat lama dan menyentuh berbagai bidang peradaban. Cara menyampaikannya sangat jelas, ringat, rumit, dan lancar mengalir. Selamat!”
(M.Amien Rais – Ayahanda Penulis)

“Pengalaman Hanum sebagai jurnalis membuat novel perjalanan sekaligus sejarah ini mengalir lincah dan indah. Kehidupannya di luar negeri dan interaksinya dengan realitas sekulerisme membuatnya mampu bertutur dan berpikir ‘out of the box’ tanpa mengurangi esensi Islam sebagai rahmatan lin alamin
(Najwa Shihab – Jurnalis dan Host Program Mata Najwa Metro TV)

“Hanum mampu merangkai kepingan mosaik tentang kebesaran Islam di Eropa beberapa abad lalu. Lebih jauh lagi, melihat nilai-nilai Islam dalam kehidupan Eropa. Islam dan Eropa sering ditempatkan dalam stigma ‘berhadapan’ sudah saat saat ditempatkan dalam kerangka stigma ‘saling menguatkan’.
(Anis Baswedan – Rektor Universitas Paramadina dan ketua Indonesia Mengajar)

[STORY] Foto ria in the kos

Baru saja kemarin hari ahad-selasa ooppie maen ke kos.

Di sana banyak temen2 yang berdatangan silih berganti. Bercengkrama, tertawa, sampai berfoto bersama.

Membuatku lebih hidup.  Emang selama ini nggak hidup ya? Haha


Inilah moment2 narsis di kamar kos yg dengan sengaja terabadikan dalam kamera ooppie investigasi!

LOL


Published with Blogger-droid v2.0.4

Minggu, 20 Mei 2012

[CERBUNG] Takdir Abal-Abal Episode 6


http://f0.pepst.com/c/1A4953/182768/ssc3/home/098/salik/albums/renung.jpg_480_480_0_64000_0_1_0.jpg
            Aku berjalan tak tentu arah di dekat kampusku. Mega mulai menyapa langit di atasku. Tampak sedikit kilatan yang menggemuruh tepat di kepalaku. Tak kuhiraukan suasana mendung ini, aku terus berjalan hingga sampai pada suatu danau yang sepi. Di tengahnya terperangkap sebuah gazebo untuk tempat orang-orang bisa beristirahat atau sekedar bercengkrama sambil memandang alam sekitar yang cukup asri. Tempat itu memang sering dijadikan tempat pertemuan terbuka untuk para mahasiswa. Entah dalam rangka kegiatan apa, tempat itu cukup nyaman dijadikan tongkrongan para mahasiswa sekedar melepas lelah atau penat.
            Gerombolan capung riang gembira berterbangan di atas perairan. Mereka beterbangan bebas tanpa takut terjatuh. Memori belasan tahun tiba-tiba muncul. Kala itu aku berusia 8 tahun, usiaku tentu saja masanya bermain. Aku senang bermain di desa bersama kakak sepupuku di sana. Kami menangkap capung di depan rumah. Banyak sekali.

Sabtu, 19 Mei 2012

[INFO] Lomba Cerpen, Puisi, Esai

Deadline: 31 Mei 2012

LOMBA CERPEN

  1. Peserta Asli Berwarga Negara Indonesia. Tema Cerpen bebas, asal tidak bersinggungan dengan SARA dan Pornografi, juga tidak menyudutkan suatu pihak tertentu.
  2. Peserta dianjurkan untuk memposting info lomba ini sebanyak-banyaknya dan bergabung di Komunitas Sastra Pena Dunia.
  3. Naskah cerpen harus asli karya sendiri, tidak pernah/sedang diikutkan dalam lomba lain, juga tidak pernah/sedang dimuat di media apapun.
  4. Panjang naskah cerpen minimal 4 Halaman A4, diketik dengan Times New Roman 12 pt margin Normal Spasi 1,5(Satu Setengah).
  5. Dikirim ke Email: sastrapenadunia@yahoo.com dengan Subjek Email : CERPEN_NAMA PENULIS Sertakan Biodata penulis (ada Nama, Alamat Lengkap, No HP Aktif).
  6. Tiap peserta diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu karya (tidak ada batasan maksimum karya).
  7. Peserta melakukan registrasi/pendaftaran Rp. 10.000,- setiap judul karya dan melampirkan bukti struk transfer registrasi yang dikirim bersama naskahnya (di foto/scan).
  8. Nomor Rekening Pendaftaran Bank BNI: 021-844-5456 Atas Nama : Zainul Muttaqin.
  9. Pendaftaran dan Penerimaan NaskahTerakhir tanggal 31 Mei 2012. Dewan Juri menetapkan 3 Pemenang
• HADIAH Dewan juri menetapkan 3 orang terbaik pemenang dari Lomba Cerpen ini, dan berhak mendapatkan hadiah berikut:
 Juara 1 – Rp. 3.000.000.00 (Tiga Juta Rupiah)
 Juara 2 – Rp. 2.000.000.00 (Dua Juta Rupiah)
 Juara 3 – Rp. 1.000.000.00.(Satu Juta Rupiah)

LOMBA PUISI
  1. Peserta Asli Berwarga Negara Indonesia.
  2. Tema Puisi bebas, asal tidak bersinggungan dengan SARA dan Pornografi, juga tidak menyudutkan suatu pihak tertentu Peserta dianjurkan untuk memposting info lomba ini sebanyak-banyaknya dan bergabung di Group Komunitas Sastra Pena Dunia Naskah puisi harus asli karya sendiri, tidak pernah/sedang diikutkan dalam lomba lain, juga tidak pernah/sedang dimuat di media apapun Panjang naskah puisi maksimal 3 Halaman A4, diketik dengan Times New Roman 12 pt margin Normal Spasi 1,5(Satu Setengah).
  3. Dikirim ke Email: sastrapenadunia@yahoo.com dengan Subjek Email : PUISI_NAMA PENULIS Sertakan Biodata penulis (ada Nama, Alamat Lengkap, No HP Aktif).
  4. Tiap peserta diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu karya (tidak ada batasan maksimum karya) Peserta melakukan registrasi/pendaftaran Rp. 10.000,- setiap judul karya dan melampirkan bukti struk transfer registrasi yang dikirim bersama naskahnya (di foto/scan).
  5. Nomor Rekening Pendaftaran Bank BNI: 021-844-5456 Atas Nama : Zainul Muttaqin. Pendaftaran dan Penerimaan NaskahTerakhir tanggal 31 Mei 2012. Dewan Juri menetapkan 3 Pemenang
• HADIAH Dewan juri menetapkan 3 orang terbaik pemenang dari Lomba Puisi ini, dan berhak mendapatkan hadiah berikut:
Juara 1 – Rp. 3.000.000.00 (Tiga Juta Rupiah)
Juara 2 – Rp. 2.000.000.00 (Dua Juta Rupiah)
Juara 3 – Rp. 1.000.000.00.(Satu Juta Rupiah)

LOMBA ESSAY
  1. Peserta Asli Berwarga Negara Indonesia.
  2. Tema Essay “Sastra dalam dunia Maya”
  3. Peserta dianjurkan untuk memposting info lomba ini sebanyak-banyaknya dan bergabung di Group Komunitas Sastra Pena Dunia Naskah Essay harus asli karya sendiri, tidak pernah/sedang diikutkan dalam lomba lain, juga tidak pernah/sedang dimuat di media apapun Panjang naskah Essay minimal 3 Halaman A4, diketik dengan Times New Roman 12 pt margin Normal Spasi 1,5(Satu Setengah). Dikirim ke Email: sastrapenadunia@yahoo.com dengan Subjek Email : ESSAY_NAMA PENULIS Sertakan Biodata penulis (ada Nama, Alamat Lengkap, No HP Aktif). Tiap peserta diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu karya (tidak ada batasan maksimum karya) Peserta melakukan registrasi/pendaftaran Rp. 10.000,- setiap judul karya dan melampirkan bukti struk transfer registrasi yang dikirim bersama naskahnya (di foto/scan).
  4. Nomor Rekening Pendaftaran Bank BNI: 021-844-5456 Atas Nama : Zainul Muttaqin.
  5. Pendaftaran dan Penerimaan NaskahTerakhir tanggal 31 Mei 2012.
  6. Dewan Juri menetapkan 3 Pemenang
• HADIAH Dewan juri menetapkan 3 orang terbaik pemenang dari Lomba Puisi ini, dan berhak mendapatkan hadiah berikut:
Juara 1 – Rp. 2.000.000 (Dua Juta Rupiah)
Juara 2 – Rp. 1.000.000 (Satu Juta Rupiah)
Juara 3 – Rp. 750.000 (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) LAIN-LAIN Keputusan Dewan juri tidak dapat diganggu gugat. Dan peserta boleh mengikuti semua lomba dengan tetap memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku

• Pengumuman Pemenang Semua Lomba pada Tanggal 25 Juni 2012 di Group KOMUNITAS SASTRA PENA DUNIA http://3.000.000.00

source::anjangsana

[INFO] Lomba Penulisan Novel Romance Qanita 2012

Deadline: 14 Juli 2012

Pengin nerbitin buku, jalan-jalan gratis ke bali, plus uang senilai jutaan rupiah?
Ikuti Lomba Penulisan Romance Qanita 2012!
Caranya mudah:
1. Tema naskah bebas.
2. Naskah merupakan hasil karya sendiri dan belum pernah di publikasikan di media manapun.
3. Panjang naskah 80-100 halaman A4, spasi 1,5, Times New Roman 12, disertai sinopsis singkat sepanjang satu halaman.
4. Pengiriman naskah disertai dengan fotocopy identitas diri (kartu pelajar,KTP, atau KTM) dan biodata lengkap penulis.
5. Naskah dikirim dalam bentuk hardcopy sebanyak 1 (satu) eksemplar ke alamat:
Mizan Pustaka
Jl. Cinambo 135 Cisaranten Wetan
Ujung Berung - Bandung
6. Sertakan pula softcopy naskah ke e-mail qanitaromance@yahoo.com
6. Naskah dikirimkan mulai tanggal 14 Mei 2012 sampai dengan tangal 14 Juli 2012 cap pos.
9. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat, termasuk keputusan bila dianggap tidak ada pemenang yang layak.

Hadiah:
Pemenang pertama: Uang tunai Rp. 5.000.000, kontrak penerbitan, paket buku dari Penerbit Mizan, dan Paket Wisata Literer ke Ubud Writer's Festival.
Pemenang kedua: Uang tunai senilai Rp. 4.000.000, kontrak penerbitan, serta paket buku dari Penerbit Mizan.
Pemenang ketiga: Uang tunai senilai Rp. 3.000.000, kontrak penerbitan, serta paket buku dari Penerbit Mizan.

Pengumuman pemenang akan diselenggarakan pada 30 Juli 2012 di website www.mizan.com

Jumat, 18 Mei 2012

[CERBUNG] Takdir Abal-Abal Episode 5


“Siaaaaaaaapp graaak!!!” teriak mereka hampir bersamaan. Kami semua segera menyiapkan diri dalam barisan. “Yang tinggi di belakang!” ucap senior lagi dengan wajah sangar.
            Tak urung kami belingsatan menemukan posisi yang tepat untuk baris. Yang merasa tinggi langsung ke belakang, yang merasa pendek di depan. Tetapi itu tak berjalan mulus karena ada yang pendek tapi tidak mau depan sedangkan yang tinggi inginnya di depan. Kalau aku baris di bagian lumayan depan, karena aku termasuk orang yang ingin di depan tak mempedulikan tinggi badan.
            Senior di depanku sedikit melotot padaku karena aku tidak mau baris di belakang. Tapi aku cuek saja dengan seniorku itu, toh hanya mata yang melotot bukan mulut yang berkicau. Haha
            Sebenarnya aku bukan termasuk orang yang rapi dalam berbaris. Selalu saja bergerak sana-sini tak peduli dengan yang lain. Kalau bosan mengajak bicara teman sebelah sampai pernah dimarahi gara-gara terlalu berisik.
            “Siaaaaaaaapp graaak!!” kali ini suara senior yang ada di depan lapangan. Ia yang tadi membunyikan megaphone. Tampilannya seperti senior yang lain, memakai baju hitam-hitam dengan celana warna hitam. Tak lupa topi yang Ia pakai pun berwarna hitam. Sekilas aku merasa Ia seperti anak punk yang biasanya serba tak rapi dan dekil, tapi wajahnya terlalu bersih untuk tuduhan itu padanya. Ia sedang berkicau tentang perkenalan.
            “Sebelum kalian menjalani agenda ospek tanggal 18 Agustus. Besok kalian akan melaksanakan upacara 17 Agustus di lapangan FIK. Nantinya sebelum berangkat kalian akan berkumpul di FBS dengan atribut yang sama seperti ini. Mengerti kalian semuaaaa?” ucapnya dengan lantang.
            “Mengertiiiiii..,” jawab kami kompak.
            “Baiklah setelah ini kalian akan dikumpulkan per kelompok dan nanti kalian akan dibawa oleh senior masing-masing ke suatu tempat. Dari saya cukup sekian, Wassalamu’alaikum”
            Semuanya bertanya-tanya apa agenda selanjutnya. Tetapi tidak ada yang tahu karena tidak ada pemberitahuan sama sekali mengenai agenda ospek. Satu persatu tiap kelompok dipersilahkan meninggalkan lapangan. Malangnya kelompokku menjadi bagian kedua terakhir yang meninggalkan lapangan. Suasananya sudah sangat panas.
            Kelompok Setaria berjalan menuju sebuah bangunan. Bangunan itu belakangan aku tahu adalah gedung B6. Tempat itu merupakan gedung pertunjukan dengan panggung di dalamnya. Ruangannya cukup luas. Bisa menampung kami semua para maba. Tetapi gedung itu sekarang tertutup. Kami tidak masuk ke dalamnya melainkan hanya berada di samping gedung B6 yang lebih teduh.
            Kami dibariskan masih berdasarkan tinggi. Setelah rapi kami dipersilahkan untuk duduk. Tiap kelompok ada dua senior. Yang satu sebagai senior utama dan yang satu senior bantuan, anggap aja seperti itu. Hehehe
            “Baiklah temen-temen semua, ada yang udah kenal saya?” tanya senior utama dengan senyuman. Akhirnya senior itu bisa tersenyum juga. Rupanya tadi hanya acting. Biasalah.., sepertinya ini sering terjadi di berbagai tempat saat awal masuk sebuah lembaga.
            Kami tak ada yang menjawab pertanyaan itu satupun.
            “Nama kakak Inasaningtyas. Kalian bisa memanggil mbak Inas atau mbak Tyas,”
            “Kalau mbak Yayas?” celutuk seorang anak lelaki.
            “NO!! Kalau itu!” ucap Mbak Inas keras tetapi tidak marah.
            “Waaah.. berarti itu panggilan kesukaan dong.. Halo Mbak Yayas,” anak itu malah semakin ingin menggoda Mbak Inas. Semua anak menertawakan kejadian itu.
            “Ssst.. sudah ah. Sekarang kita perkenalan satu persatu. Berhubung kita akan selalu bersama dalam tiga hari, maka semuanya harus saling mengenal satu persatu. Tadi kan Mbak Inas sudah perkenalan, sekarang gantian rekan mbak terus dilanjutkan kalian yaa..”
            Meluncurlah satu persatu guliran nama 35 anak yang tergabung dalam Setaria. Aku sendiri tak mengingatnya sama sekali. Maklumlah aku bukan pemilik ingatan fotografis yang bisa menghafalkan semua nama dalam sekali pertemuan. Butuh waktu dan pertemuan intens yang akan bisa membuatku hafal nama mereka :D

Bayangan kelam lantaran hati sendu gelisah. Baru saja perjuangan ini dimulai. Benteng pertahanan tak mampu lagi membendung serbuan tentara ababil sejak masa lalu. Benteng itu mulai roboh bersamaan dengan meletupnya semangat asa impian.
Baru saja ya baru saja…

Rabu, 16 Mei 2012

[STORY] Optimis

Mungkin ooppie terlalu narsis menampakkan foto ooppie di beberapa story. Hahaha. Ooppie hanya ingin menampakkan senyum optimis untuk menyemangati diri. Foto-foto narsis itu selalu mengingatkan ooppie untuk tetap kuat dan berjuang.

Asaku tak kan pernah berhenti di jalan ini
Selama nadi masih berdenyut
Asa itu akan terus membara.

Terkadang ada masanya kegalauan hati melanda. Tatkala waktunya minum obat, aku merasa enggan dan tak berselera. Siapa yg akan berselera jika harus minum obat 11 butir setiap harinya. Dengan dosis yang masih tinggi. Tentu saja kegalauan itu tetap melanda.
Saat keengganan itu muncul maka aku tak berbuat apa-apa juga tak minum obat. Wkwkwk *nakal
Jujur!! Itu bukan tindakan optimis. Optimis itu tetap berjuang dalam tantangan tetap bersabar dalam kesulitan.
Aku harap aku bisa mempraktekan sikap optimis. Optimis menjalani hidup dan tetap tersenyum seperti senyumanku sebelum aku divonis. Mringiiiiiss!! :D

Selasa, 15 Mei 2012

[STORY] My Hair

"Dimana ada ooppie disitu ada rambut" Begitulah istilah Ibu padaku  :D


Rambutku memang bertebaran di tiap sudut rumah. Setiap hari ada saja yang terjatuh, dari bangun tidur sampai mau tidur lagi.


Semua itu gara-gara efek dari obat steroid yang aku minum. Apalagi dosisnya masih tinggi. Alhasil rambutkulah yang jadi korbannya.


Awalnya sedih membayangkan diriku tanpa selembar mahkota. Membayangkan kejadian dalam film Surat Kecil untuk Tuhan, membuatku menangis tersedu-sedu. Apakah aku akan seperti itu?

Tapi..., lubuk hatiku menghibur diri

♥Lupus bisa diajak berteman kok

♥Kondisimu akan bisa lebih baik

♥Tetaplah berjuang

♥Jangan menangis

♥Allah bersamamu

Mendengar itu aku tersenyum. Biarkan saja Allah mengambil apa yg kumiliki, di dunia ini semuanya titipan. Rambutku mungkin berkurang tapi semangat tak kan hilang!!


Published with Blogger-droid v2.0.4

Senin, 14 Mei 2012

[STORY] Kondangan

Happy sunday!!


Sebenarnya ini monday, tp karena kemarin aku habis pesta anggap aja ini masih minggu  #ngaco


Kemarin itu kakak sepupuku habis nikah. Acaranya besar-besaran diadakan di gedung. Tamu yang datang cukup banyak dan cukup meriah. Yang paling kusuka tentu saja karena makanannya melimpah. Ahaha


Mungkin bisa dibilang ooppie yang paling banyak makan diantara semua keluarga besar.


Gimana enggak? Hampir tiap jam aku makan. Kadang malah kurang dari sejam udah makan lagi. Orang-orang melihatku sering makan dan terus makan. Ahaha


Makanan yg paling ooppie suka disitu adalah sup jagung. Kalau udah makan sup rasanya kayak melayang gimana gitu  #lebay. Selain makanan kesukaanku itu ada juga siomay, sate kambing, ifu mie, es buah, bakso, sup iga, dan masih banyak lagi. Proses penggemukan dah pokoknya. Habis BB qu masih dibawah standar 38 kg,  ekeke

Benar-benar pesta makanan dah tu kemarin


Ow ya, untuk pertama kalinya aku dandan pakai kebaya. Waaaahh.. rieebet sueekali.. haha


Published with Blogger-droid v2.0.4

[CERBUNG] Takdir Abal-Abal Episode 4

Keesokan harinya entah siapa yang mengomando, kami semua bangun pagi. Ah iya! Aku lupa kalau ini bulan puasa pastinya semua orang bangun untuk sahur. Aku yang sebenarnya tidak puasa pun terpaksa ikut sahur. Kalau tidak aku tak akan bisa sarapan karena mungkin saja warung yang ada sudah kehabisan stok. Pikirku saat itu.

“Pi, kamu mau makan apa?” tanya Sasa ditengah usahaku mengumpulkan kesadaran.

“Apa aja deh.. terserah kamu,” jawabku malas.

Pagi itu Sasa dan Nina membeli makan sahur di warung samping kos. Teman yang lain sedang melaksanakan shalat tahajud sembari menunggu makanan datang. Aku masih berusaha mengumpulkan kesadaranku di kasur. Sebenarnya itu bukan sebuah usaha karena aku tak juga beranjak dari tempat itu.

Sasa sudah datang membawakan makanan. Ia memaksaku terjaga dari ketidaksadaran yang kusengaja. Hahaha. Aku beranjak dari tempat tidur menuju ruang tv. Di sana semua orang sudah berkumpul menyantap sahur. Aku santai saja karena memang tidak terlalu di buru waktu shubuh.

“Opi nggak puasa?” tanya Mbak Ita.

“Enggak mbak. Hehe”

Hari ini hari pertama kami menjalani ospek. Tentu saja karena ini permulaan kami semua sangat bersemangat.Setelah shalat shubuh berjamaah, kami semua bergantian mandi. Semuanya ribut mempersiapkan atribut yang harus dipakai. Kemeja putih dengan rok hitam serta kerudung hitam. Tak lupa harus mengenakan ikat pinggang juga cocard tanda pengenal yang bisa dibeli di warung seharga 500. Harus menggunakan kaos kaki putih dengan sepatu hitam. Mirip seperti guru yang sedang PPL di sekolah dulu. Namanya juga calon guru.

Kami tergopoh-gopoh bersegera berangkat menuju kampus. Ini hari pertama, tak ada kata terlambat. Alhasil, kami semua berangkat pukul 6 pagi padahal jam sebenarnya adalah 7.30.

Rupanya tak hanya kami yang berpikiran seperti itu. Banyak para maba –singkatan dari mahasiswa baru—yang juga datang pagi-pagi. Saat sampai di kampus, lingkungan kampus sudah tampak ramai dengan seragam hitam putih.

“Wow! Banyak juga ternyata mahasiswanya. Mungkin sekitar 1000an kali ya yang masuk FBS,” kataku terperangah melihat betapa banyaknya daftar maba yang ada pada papan pengumuman.

Papan pengumuman itu ternyata berisi informasi tentang pembagian kelompok selama masa ospek berlangsung. Semua nama maba FBS tercantum dalam daftar. Kami semua harus mencari nama masing-masing satu persatu. Oh ya, aku belum cerita. FBS itu singkatan dari Fakultas Bahasa dan Seni.

Aku dan Sasa mencari nama masing-masing. Beberapa sudah menemukan namanya dan segera menuju lapangan. Aku masih mencari namaku sedangkan Sasa dan lainnya sudah ke lapangan menuju kelompok masing-masing. Akhirnya aku mendapati namaku tersembul dalam kelompok Setaria.

“Ah! Ini dia..!” teriakku girang. Aku segera berlari kelapangan dan mencari nama Setaria. Tanpa kusadari aku telah terpisah dengan Sasa dan teman-teman baruku.

Aku berjalan menyusuri lapangan. Di tengah lapangan sudah berjajar para senior dengan papan nama kelompok. Hiruk pikuk maba yang belum menemukan kelompoknya menambah suasana berisik. Debu-debu beterbangan tak karuan karena gesekan sepatu para maba yang berputar-putar mencari papan nama.

“Lah? Kelompokku dimana?” Cukup lama aku mencari papan nama kelompokku.

Olala.., ternyata kelompokku ada di pojok lapangan. Pantesan nggak ketemu-ketemu. Di sana aku bertemu dengan maba yang juga kelompok Setaria. Kenalan lagi deh. Tahun ini jadi ajang kenalan buatku. Hahaha
Seorang senior masih memegang papan Setaria di depan. Ia hanya diam saja tak menghiraukan kami yang sengaja menunjukkan sikap ingin berkenalan. Wajahnya dibuat sesangar mungkin, sebenarnya Ia memiliki wajah yang lembut. Tetapi karena Ia sengaja memasang wajah yang menakutkan, maka Ia berhasil menakuti kami untuk tidak dekat-dekat dengannya.

Tiba-tiba terdengar suara sirine megaphone yang berasal dari muka lapangan. Tiba-tiba saja semua senior menurunkan papan namanya dan berteriak lantang pada kami.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...