Sabtu, 28 Juli 2012

Ramadhan Momentum Awal 'Berangus' Situs Porno


Bulan Ramadhan merupakan bulan yang dimuliakan Allah dan paling baik diantara 11 bulan yang lainnya. Di bulan Ramadhan ini, umat Islam melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh dan pahala ibadah yang dilaksanakan di Bulan Ramadhan digandakan oleh Allah SWT.
            Para sahabat menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan pemompa iman dengan nuansa ibadah yang kental melebihi bulan lain. Bulan Ramadhan memang bulan istimewa, banyak moment besar dalam Islam yang terjadi di bulan Ramadhan. Perang pertama umat Islam di masa Rasulullah, yaitu perang Badar terjadi di bulan Ramadhan. Perang itu dimenangkan oleh umat Islam juga sekaligus sebagai awal mula Islam berkembang hingga sekarang. Jika perang itu tak dimenangkan oleh umat Islam maka tak ada lagi kalimat Allah diserukan. Peristiwa fathul Makkah yang menjadi tanda dibukanya kota Makkah dan sebagai bentuk kemenangan Islam juga terjadi di Bulan Ramadhan.
            Rasulullah sangat menghormati bulan istimewa ini. Beliau menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum perubahan.
            Tak jauh dari lingkup lingkungan kita, kemerdekaan Republik Indonesia juga terjadi di Bulan suci Ramadhan. Tepat pada tanggal 17 Agustus juga bertepatan dengan 17 Ramadhan, Indonesia menyatakan kemerdekaannya dengan proklamasi.
            Ramadhan tahun ini, pemerintah khususnya menkominfo menyatakan pemblokiran situs porno sebagai bentuk rasa hormat terhadap Bulan Suci Ramadhan. Pemerintah telah bekerjasama dengan beberapa perusahaan ISP yang menyediakan layanan internet untuk melalakukan pemblokiran situs-situs yang terbukti menjadi situs porno.
Menjamurnya penggunaan internet di berbagai kalangan usia, dimanfaatkan oleh para pebisnis tak bermoral untuk mengeruk keuntungan. Mereka membuka situs porno yang disinyalir akan lebih laris dibanding dengan situs penjualan online. Situs porno disinyalir sebagai salah satu penyebab rusaknya generasi penerus bangsa.
Situs porno bersifat candu. Jika seseorang sudah mulai kecanduan dengan situs porno, maka Ia akan bisa menghabiskan waktu hingga 12 jam untuk sekedar duduk di depan komputer menonton atau mendownload dari situs porno.
Hal ini berdampak sekali terhadap perilaku mereka di kalangan masyarakat. Seorang anak berusia 14 tahun yang sering menonton situs porno, pikirannya selalu dipenuhi dengan seks. Tatkala melihat seorang nenek yang berbaring sakit, otaknya langsung memutar memori tentang apa yang pernah Ia tonton dan Ia ingin mempraktekkannya. Itu baru satu fenomena akibat menonton situs porno yang terekam di media. Tentu saja ada banyak kasus yang tidak terekam media akibat dari menonton atau mendownload situs porno.
Memang perlu ada penanganan khusus dari pemerintah untuk memberangus situs porno. Menginjak bulan Ramadhan ini, pemerintah mulai gencar menutup situs porno. Situs domestik di hapus dari peredaran sedangkan situs luar negeri diblokir. Pemerintah hanya bisa memblokir karena memang letaknya di luar negeri yang tidak mengenal hukum Indonesia.
Penghapusan dan pemblokiran ini dimaksudkan agar ibadah umat Islam lebih bisa khusyuk di moment istimewa yang datang hanya satu tahun sekali. Harapan umat Islam juga para pemerhati moral semoga pemblokiran ini tidak hanya dilakukan di bulan Ramadhan tetapi juga di bulan-bulan selanjutnya. Bulan Ramadhan ini bisa menjadi momentum awal dalam memerangi situs porno di bumi pertiwi. Sehingga para generasi penerus bangsa tak terancam dengan terror situs porno. (ooppievie)



Artikel ini sempat diikut sertakan dalam lomba artikel Kammi Unnes walaupun kagak menang. Haha.. Tapi setidaknya bisa buat belajar nulis artikel. Sedikit berubah halauan dari yang biasanya nulis cerita jadi nulis artikel. 

Kamis, 26 Juli 2012

Batik Jeans, Trend Baru Indonesia


contoh batik jeans diambil dari blog sebelah
Batik merupakan warisan leluhur budaya Indonesia. Dahulu batik hanya digunakan oleh warga keraton saja. Setiap motif yang digoreskan pada batik mengandung makna dan status kebangsawanan tertentu. Karena banyak pengikut raja yang tinggal di luar istana, maka kesenian batik mulai berkembang di berbagai kalangan masyarakat. Semakin berkembangnya jaman, kesenian batik mulai diterapkan oleh para wanita untuk mengisi waktu luang, dan akhirnya batik menjadi pakaian yang merakyat.

Jessica Alba
Rachel Bilson
Drew Barrymore
Bahkan para artis Hollywood yang ‘katanya’ terkenal dengan fashion mereka pun juga pernah memakai batik yang identik dengan Indonesia. Sebut saja Jessica Alba, dia memakai motif batik parang rusak dalam busananya, orang awam yang tak mengenal motif-motif batik pun pasti sekilas juga langsung tahu kalau yang dipakai Jessica Alba itu adalah batik. Ada juga Rachel Bilson, pemain film New York dan Jumper terlihat mengenakan busana batik. Hal unik lagi terjadi pada Drew Barrymore, dia memang tidak mengenakan kain batik, tapi coba lihat tasnya. Wow! Batik booo….

Jenis batik Indonesia juga beragam. Ada batik tulis, batik lukis, dan batik cap. Batik tulis dilakukan dengan cara menuliskan motif-motif secara langsung dengan tangan. Batik lukis adalah proses langsung dengan cara melukiskannya pada kain. Batik cap dilakukan dengan membentuk tekstur dan pola-pola menggunakan cap. Batik cap cukup praktis dalam membentuk pola-pola batik dan menghasilkan kain batik dengan cepat karena tidak membutuhkan waktu yang lama.

Batik dulu dikenakan oleh para tetua dan juga hanya untuk acara-acara resmi. Sehingga para kawula muda kurang menyukai pakaian batik karena mereka anggap itu tidak sesuai mode sekarang. Batik juga identik dengan ‘kain jarik’ yang pemakaiannya membutuhkan waktu dan ketrampilan dalam memakainya. Namun seiring berjalannya waktu, batik sekarang memiliki mode yang sangat banyak, tak hanya menjadi busana tetapi juga digunakan dalam  tas, sepatu, bahkan hiasan untuk dinding wallpaper.

Baru-baru ini muncul variasi baru dalam penggunaan batik melalui media jeans. Jeans sendiri dibuat dari bahan Denim. Pertama kali dibuat di Genoa, Italia pada tahun 1560-an untuk angkatan laut. Kemudian pada tahun 1872, jeans dikenalkan di Amerika melalui Levi Strauss, seorang pengusaha sukses yang kemudian diajak kerjasama oleh Jacob Davis, seorang penjahit. Levi Strauss mendirikan pabrik jeansnya pada tahun 1880 yang ditujukan untuk para penambang emas di Amerika.

Sejak saat itulah jeans mulai berkembang tidak hanya dikalangan para penambang tetapi juga dikalangan masyarakat Amerika. Dari tahun ke tahun jeans mulai digemari oleh kalangan anak muda. Mereka mengenakan jeans karena kepraktisannya dan kainnya juga kuat.
Indonesia juga tak lepas dari trend busana Jeans. Kawula muda kemana-mana menggunakan busana jeans yang simple dan praktis. Gaya trendy pun merasa telah mereka dapatkan dengan mengenakan jeans. Saat ini jeans memang menjadi trend busana kawula muda Indonesia.

Berawal dari budaya Indonesia dan trend masa kini, maka muncullah batik jeans. Busana jeans yang dipadukan dengan ornamen batik. Menyesuaikan dengan gaya jeans yang trendy dipadukan dengan budaya Indonesia dan juga sebagai salah satu pelestarian budaya batik.

So, nggak ada lagi kata batik itu kuno, kampungan, udik. Batik sekarang sudah mengikuti trend busana masa kini dengan bahan dan model kekinian.


Postingan ini diikutsertakan dalam Giveaway Catatan Akhir Pekan dengan Tema Aku Cinta Batik Indonesia.

Senin, 23 Juli 2012

[BUKU] Ngeblog dengan Hati


Selesai baca buku ini, mataku jadi terbuka, betapa memang nge-blog itu tak hanya butuh
taktik ataupun teknik untuk dapat mempercantik blog yang kita miliki. Tap nge-blog itu
juga membutuhkan hati.

Hari gini pake prasaan? Logika donk yang maen!

Menurut Ndoro Kakung, sang maestro penulis buku Nge-blog dengan hati, menurut beliau, blog
adalah media untuk berlatih mencari ide, menulis, juga berbagi apa saja, termasuk ilmu.
Seperti halnya hidup, blog merupakan tempat kita berlatih yang begitu luas, dalam kurun waktu
yang tak kunjung putus. Mengisi blog sama dengan melatih kepekaan semua indera kita, fungsi
dasar alat tubuh kita. Ranah blog mestinya bisa asyik kalau jadi ajang pertukaran ide dan
hal-hal yang ideal lainnya.

Dari buku itu aku juga belajar...
Menulis ada kalanya jenuh dan bikin depresi kalau nggak bisa posting karena kehabisan ide.
Tapi dengan menggunakan hati, menulis bisa jadi sisi lain yang membantu kita menemukan
esistensi menulis itu sendiri.



BLOG BUKAN UNTUK SEMUA ORANG
Bukan buat orang yang nggak pengen berdiskusi
Bukan buat orang yang nggak punya waktu
Bukan buat orang yang nggak punya hasrat meletup-letup dan akan menelantarkan blognya
Bukan buat orang yang nggak bisa menikmati proses membuat sesuatu

Intinya, tak perlu nge-blog kalo ogah berkomunikasi dan berbagi

MENJADI BLOGGER GAUL
Pada akhirnya, ngeblog itu bukan hanya percakapan dengan diri sendiri, tempat membuang
sampah pribadi. Blog itu riang interaksi dan komunikasi

NGEBLOG DENGAN HATI ITU BASBANG
Menjadi smart blogger itu berarti mendayagunakan seluruh sumber daya yang kita miliki secara
efektif dan efisien, tapi tetap menyandarkan diri pada hati nurani

AGAR TAK BOSAN NGE-BLOG
Berkelanalah di internet dengan pintar, hanya mencari apa yang kita butuhkan

PERLUKAH BLOG FOKUS?
Fokus akan menjadi semacam jalur perjalanan sebuah blog. Jalur itu bisa lebar, bisa sempit,
bergantung pada kebutuhan

BILA DEPRESI TIBA
Pikiran yang kreatif bakal bergemuruh lagi jika kita bersedia membiarkan gangguan itu
pergi

YANG PENTING ISI, BUKAN AKAL-AKALAN
Masalahnya, apakah kita memiliki content blog yang memenuhi keinginan pengunjung? Apakah
isi blog kita terfokus dan terspesialisasi pada informasi tersebut?



Special thanks to : Teh Nana, Kak Ari, Kak Putri, Mbak Tirza, Mb' Apni, and all my blog fam yg
udah bikin aku termotivasi untuk mencoba menulis. hehehehe

Sabtu, 21 Juli 2012

[KLMK] Bruuk! Plung! Byuur!

 Uw uw asyiknya bila bersepeda
Uw uw berkeliling kota Jakarta
Uw uw ku kayuh dengan suka cita
Uw uw ku rasakan indah dunia
Bila ku pergi bersepeda
Bersama dengan gembira
Senangnya hatiku (saat bersepeda) – RAN (Sepeda) 

Kudengar lirik reff lagu pop milik RAN yang berjudul sepeda. MP4ku berdengung dengan lembut mengingatkanku pada kejadian di masa lalu saat aku mulai belajar naik sepeda.

Kala itu aku masih berusia 4 tahun. Sebenarnya di usia itu masih dini untuk naik sepeda dengan roda dua. Tapi aku memang bengal, aku ingin roda 3 dan 4 ku dilepas dan aku bisa bersepeda kemana pun tanpa merasa terbebani. Menggunakan roda 2 memang lebih ringan daripada harus menarik 4 roda.

Aku merengek terus menerus meminta 2 roda kecilku dilepaskan. Akhirnya ayahku memilih mengalah untuk melepaskan roda itu.

Awal mula aku tak bisa mengayuh tanpa harus dipegangi oleh ayahku. Maklumlah.., sudah terbiasa dengan roda 4 yang tak harus belajar keseimbangan, kalau sekarang kan aku harus bisa menyeimbangkan sepeda seorang diri.

Ayahku memegang boncengan sepeda di bagian belakang sambil pelan-pelan aku mengayuh. Tak kusadari ternyata ayahku sudah tidak ada di belakangku. Aku mengayuh sepedaku sendiri bo!! Hebaaat!! *narsis.com

Sejak saat itu aku semakin senang bersepeda. Tentu saja start pertama masih di pegangi ayahku. Setelah itu aku bisa mengayuh sendiri, tapi jika berhenti aku butuh bantuan orang lain untuk memulai awal lagi.

Saking pedenya saat itu, maklum anak kecil nggak punya pikiran aneh-aneh. Aku bersepeda keliling kompleks perumahan yang lumayan luas untuk ukuran anak kecil. Aku berputar-putar dari RT 8 sampai RT 11 lalu melewati RTku – RT 7 – lurus hingga RT 2 lalu hendak kembali ke RTku.

Aku sampai di RT 5, di tempat itu ada mobil diam parkir di pinggir jalan. Aku santai saja karena aku bisa lewat di sampingnya. Tapi tepat saat aku hendak melewati mobil – sebut saja mobil A  -- yang sedang parkir, ada mobil – sebut mobil B -- yang berlawanan arah juga hendak lewat. Akhirnya aku mengalah dan berhenti di belakang mobil A lalu membiarkan mobil B lewat duluan. Saat mobil B sudah selesai lewat. Aku hendak mengayuh sepedaku dengan posisi masih di belakang mobil A.

Keringat dingin tanpa permisi menerobos keluar dari tubuhku. Aku baru sadar, aku belum pernah mengayuh sepeda tanpa bantuan orang lain. Siang itu sangat sepi sehingga tak ada yang bisa kumintai bantuan. Adapun juga aku terlalu malu untuk meminta orang lain yang belum aku kenal.

Kucoba mulai menekan pedal pelan-pelan. Aku tak sadar kalau di sampingku persis ada selokan menganga lebar sedalam tubuhku, mungkin sekitar 1 m. Tepat saat tekanan pedal pertama, tiba-tiba, Bruuk!! Plung!! Byuur!!

Aku terjatuh ke dalam got dan badanku sudah beralih warna menjadi hitam pekat dari ujung rambut hingga kaki. Bayangkan guys! Aku jatuh tengkurap di got yang cukup dalam dengan isi lumpur hitam yang luar biasa menjijikkan. Bayangkan! Hebatnya aku tak menangis. Hehe

Untung saat aku terjatuh, ada seorang Ibu yang keluar dari rumah sambil membawa pakaian hendak menjemur baju di halaman rumahnya. Melihatku terjatuh, Ia langsung lari membantuku naik dari selokan itu. Nggak bisa naik sendiri bo! Saking dalemnya.

Ibu itu mengajakku ke rumahnya dan memandikannku di halaman rumah. Walaupun masih bau selokan dan masih ada sisa-sisa warna hitam di bajuku, aku diantarkan ke rumah.

Sampai di rumah, saat bertemu dengan ibuku tiba-tiba saja semuanya keluar, Huaaaaaaaa!!!! Tangisku pecah saat itu juga. Menangis sejadi-jadinya sambil memperlihatkan luka-luka memar yang ada di tangan dan kakiku. Rupanya tukang ngadu aku. Hahaha

Mak,ane ikutan giveaway-nya ye,mak! Kasih ane hadiahnya yang tas tangan imut dari NikoNikoShop, ya!

Selasa, 17 Juli 2012

[KLMK] Selisih Paham

Rena memandang Nisyam sengit. Wajahnya menyiratkan kemarahan tak terkendali setelah melihat kelakuan Nisyam di papan tulis. Sebuah gambar manusia berwajah kelinci memakai kerudung terpampang di papan tulis kapur itu. Bagian atas gambar itu nampak jelas sebuah nama menunjukkan bahwa gambar itu bernama R-E-N-A.
                Nisyam dengan santainya dan tak peduli pada Rena yang hampir menangis. Ia pergi sambil tertawa-tawa bahagia karena telah membuat Rena malu. Lihat saja, semua teman sekelas malu-malu menertawai gambar itu. Terutama para anak laki-laki yang memang hobi meledek anak perempuan.
                “Kejaaaaaaam!!!” teriak Rena sambil melemparkan penghapus ke arah Nisyam yang sudah membelakangi Rena. Terang saja penghapus itu melayang tepat mengenai punggung Nisyam. Tampak bekas debu kotak tergambar jelas di punggungnya.
                Kali ini ganti Nisyam yang memandang Rena sengit. Tak terima dengan perlakuan Rena, Nisyam mengambil penghapus yang ada di meja guru dan melemparkannya ke Rena. Kena bahu Rena.
                “Sukuriiin…!” ledek Nisyam lalu lari menghindari Rena sambil tertawa-tawa. Nisyam merasa menang kali ini.
                Rena kesal bukan main. Tak peduli dengan rok panjang yang bisa menghambat larinya. Ia berlari sambil mengangkat rok hijau identitas sekolahnya. Mengejar Nisyam yang sudah berlari menuju ruangan di seberang gedung.
                Rena mencoba melemparkan penghapus lagi. Yeah! Tepat terkena di muka Nisyam yang hitam legam, membuatnya nampak sedikit putih :D
                Teman-teman Rena tidak terima dengan perlakuan Nisyam pada Rena. Mereka ikut membalas Nisyam dengan lemparan-lemparan kapur. Melihat Nisyam diperlakukan dengan semena-mena oleh anak perempuan, anak laki-laki pun bahu-membahu membela Nisyam. Terjadilah baku hantam penghapus dan kapur.
                Nisyam sudah berubah warna putih di sekujur tubuh. Rena hanya sedikit terkena debu kapur karena kedua penghapus berhasil dikuasai oleh anak perempuan.
                “Hiaaaat!!! Mati kau!! Mati kau!!” teriak Rena penuh dendam. Ia lemparkan lagi penghapusnya. Kali ini sedikit meleset sehingga hanya menyerempet paha Nisyam.
                Tergopoh-gopoh datang dua orang  dewasa dengan panik dan marah memandang kami semua yang masih saling berusaha memenangkan ego.
                “Astaghfirullahaladzim…!!! Anak-anak!! Hentikan ini!!” teriakannya menggelegar membuat mereka sejenak membeku.
                Bu Tina wali kelas mereka semua di kelas 3 SD. Semua anak sangat menghormatinya sebagai guru dan orang tua di sekolah. Tak ada yang berani membantah ucapannya. Tegas dan terhormat. Begitulah karakternya. Bulir air mata mulai bermunculan dari pelupuk mata indahnya.
                “Anak-anak Ibu kenapa jadi seperti ini… Anak-anak yang Ibu kenal sangat akur dan saling memaafkan. Ini bukan anak-anak Ibu… Anak-anak Ibu tidak akan berbuat seperti ini…,” katanya sesenggukan.
                “Nisyam dulu Bu yang mulai, dia menggambar jelek terus di tulis namaku di situ,” ucap Rena diikuti anak perempuan lain yang mengiyakan.
                “Rena dulu Bu. Awalnya Rena ngomongin Nisyam di belakang. Dia bilang Nisyam anak aneh, bodoh, nggak bisa apa-apa. Nisyam mau buktiin kalau Nisyam juga bisa bales Rena!” bela Nisyam.
                “Alaah.. Gitu aja sakit hati. Kayak anak perempuan aja,” cibir Rena.
                Nisyam hendak melayangkan balasan tapi dihentikan oleh Bu Tina.
“Tak ingatkah kalian sudah tiga tahun bersama? Hanya masalah sepele kalian bermusuhan seperti ini. Memang Ibu pernah mengajarkan kalian untuk berkelahi?”
Semuanya terdiam tak berusaha menjawab pertanyaan Bu Tina. “Ibu merasa telah menjadi guru yang gagal mendidik kalian. Selama ini Ibu mencoba untuk menjadi guru yang berguna, mencontohkan hal yang baik kepada kalian. Tapi ternyata Ibu belum berhasil, murid Ibu malah justru berkelahi, tak ada yang mau saling memaafkan.”
Rena berusaha berucap tapi Bu Tina menatap Rena dengan tatapan memohon untuk mendengarkannya sejenak. “Ibu sering bercerita tentang idola kita semua, Rasulullah. Beliau tidak pernah membalas perlakuan buruk yang Ia terima. Rasulullah dengan lapang dada memaafkan mereka. Bahkan ada orang yang berusaha membunuh Rasulullah tapi Rasul tetap saja memaafkan orang tersebut. Rasulullah yang nyawanya terancam saja masih bisa memaafkan, tidak bisakah kalian juga saling memaafkan?”
Anak-anak perempuan mulai saling sesenggukan. Anak laki-laki menunduk terdiam. Raut wajah mereka menunjukkan rasa penyesalan yang mendalam. Tak ada yang berani bersuara, hanya suara tangisan pecah yang terdengar jelas. Bu Tina juga ikut menangis melihat anak-anaknya yang berbaris di depan saling menyesal.
“Sekarang, saling minta maaf. Tak boleh ada dendam di antara kalian..,” kata Bu Tina memandangi anak-anak tercintanya.
Rena dan Nisyam saling minta maaf diikuti oleh teman-temannya yang lain. Wajah cemberut masih terpampang di keduanya. Tapi demi sang guru mereka mau saling memaafkan. Walau awalnya terpaksa, tapi setelah itu mereka semua kembali tertawa dan bermain bersama. Masa kecil yang unik dan lucu, berantem, menangis, dan kemudian tertawa lagi.

Minggu, 15 Juli 2012

[CERPEN] Kloof (Luka)


 http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0b/Pitstone-windmill.600px.jpg/150px-Pitstone-windmill.600px.jpg
Ray berjalan terseok-seok menopang tubuhnya yang kelelahan. Nampak sekelilingnya bunga tulip tergeletak tak bernyawa, bekas jejak-jejak kaki terhampar mengganggu pertumbuhan para tulip itu. Seperti baru saja ada kerusuhan.
Aku melihatnya dengan tatapan prihatin dan sungguh iba. Kalau aku punya kendali atas tubuhku, aku pun akan bangkit menolongnya. Ia mencoba bangkit dari tempatnya terjatuh, dari kejauhan Ray melihatku dengan tatapan minta tolong. Tapi aku hanya sebuah kincir angin tua yang masih kokoh berdiri walau dimakan usia.
“Ah! Aku ingin minum air,” ujar Ray pada diri sendiri. Segera Ray kumpulkan tenaga yang tersisa dan mencoba berjalan mendekatiku. Kerongkongannya memanas tatkala membayangkan berteguk-teguk air yang akan membasahi bibirnya.
Terdengar gemericik air deras, Ray semakin bersemangat melangkahkan kaki. Dilihatnya aliran air deras mengalir. Ia menangkupkan tangannya untuk mengambil air sungai itu dan langsung meneguk airnya.
“Hueeek!!! Ini air laut!!” umpatnya. Ia memuntahkan lagi air itu. Ray terduduk lesu di sampingku.
Mulailah aku mengingat kembali apa yang telah terjadi pada Ray.

[PUISI] Aku Hanya Berharap


Aku hanya pasrah
Mencoba bertahan
Dalam badai yang menghadang

Aku hanya berharap
Jangan berubah
Tetaplah menjadi temanku yang bersahaja

Jangan kotori pertemanan kita
Dengan prasangka
Yang berbisa
Ini hanya akan menjadi benalu
Dan akan menggerogoti tubuh penyangganya

Aku hanya meminta
Jangan nodai
Tetaplah menjadi temanku yang bercahaya
Buat diri ini mengerti
Akan ketulusan hati teman terpercaya

Aku hanya berharap
Jangan berubah
Tetaplah menjadi temanku yang bersahaja

[PUISI] Sebaris Embun

Merona bunga bersemi
Sebaris embun tersenyum di pagi hari

Berkembang daun berseri
Sebaris embun segarkan diri

Sebaris embun
Terarah pasti
Menuju kehidupan hakiki

Sebaris Embun
Ratakan gelombang hati
Dalam naungan ilahi

Sebaris embun
Bercengkrama dengan mentari
Menata hati yang bersemi

Sebaris embun ini
Kan kujaga dalam diri
Hingga saatnya terbuka nanti
Published with Blogger-droid v2.0.4
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...