Senin, 05 Desember 2011

[STORY] Partner Kampoeng Boedaja


Kenalkan!!
dia partner Ooppie saat kemarin acara Kampoeng Boedaja
hahaha

Namanya Arum
She is my friend from Wonogiri. She studied Javanese Language education.

Kita berdua hobi luntang lantung nggak jelas gara-gara Kampoeng Boedaja. Dia di sie Sponsorship sedang Ooppie di Humas, sama-sama harus pergi terus.

Pertama kali aku nemenin dia ke Suara Merdeka. Di sana kita nglobby Suara Merdeka untuk memberikan sponshorship berupa publikasi. Pengalaman yang tak terlupakan karena kita ngeblank ama konsep acara Kampoeng Boedaja, alhasil Arum sedikit improve :D


Alhamdulillahnya lobby berhasil, pak Wawan menujui konsep kita sekaligus mau membantu untuk sponsorship. Alhasil kita harus sering bolak-balik, tapi ada satu syarat yang diberikan pak Wawan, kita harus jual koran sejumlah 250 sesuai dengan target peserta yang ada. Hmm.. tantangan yang cukup menantang juga.

Nggak tahu kenapa udah jadi rutinitas atau bagaimana, tapi setiap ooppie pergi sama Arum selalu aja ujung-ujungnya maen, jalan-jalan entah kemana.
Pertama kita maen ke Gramed esoknya ke Paragon esoknya lagi makan di WS. Hahaha selalu saja main-main.

Asiik siiih .. hbis mikir berat jadi refresh lagi . hihi

[Cerpen] Ta'aruf Indah


           Seperti biasa setiap pagi aku berangkat ke sekolah. Menimba ilmu dari guru yang berbeda di setiap mapelnya. Sekolahku memberlakukan beberapa peraturan yang berbeda dari sekolah lain dan juga cukup unik karena di sekolahku yang dulu tidak ada peraturan itu. Misalnya siswa harus memakai sepatu hitam dari senin sampai jum’at sedang sabtu barulah siswa diberi kebebasan mengenakan sepatu warna apa saja. Juga sekolah yang memberlakukan peraturan penutupan gerbang, jadi begini, setiap pukul 7 pagi hingga 7.30 sekolah akan menutup gerbangnya dan tak membiarkan siapa pun masuk termasuk para guru apabila terlambat juga. Dan yang membuatku tersenyum mengulum adalah jaket yang harus dilepas sebelum memasuki gerbang karena setiap kami memasuki gerbang akan disambut oleh para tim STP2K selalu memeriksa seragam kami apakah sudah lengkap atribut dan segala macamnya.
            Dan seperti biasanya pula aku melepas jaketku diluar gerbang. Saat itu aku masih menggunakan sepeda onthelku yang baru saja dibelikan oleh ibu. Ketika berhenti di depan dan melepas jaket, aku melihat sebuah mobil di depanku. Pemandangan biasa orang tua yang mengantarkan anaknya berangkat sekolah. Tapi saat kulihat seorang siswa turun dari mobilnya dengan menenteng keyboard besar yang pastinya cukup berat, aku takjub. Wow! Dia pasti pandai bermusik sampai-sampai rela menenteng keyboardnya ke sekolah.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...