Selasa, 10 Mei 2011

[BUKU] Cinta-Mu Seluas Samudra

http://images.kelasajaib.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R-xpvAoKCrwAAHCkXfA1/Cinta-Mu%20Seluas%20Samudra%20(muka).jpg?et=%2Bdi4UkuXwC84XTFV8NFEYA&nmid=&nmid=90327125

Judul : Cinta-Mu Seluas Samudra
Penulis : Gola Gong
Penerbit : Mizan
Tahun Terbit : 2008
Tebal : 484 halaman

Anah adalah seorang perempuan cantik yang dibesarkan oleh seorang janda penjual nasi uduk, Bik Eti. Anah sangat menyayangi ibunya itu. Namun Bik Eti tidak dapat bertahan lama untuk membesarkan Anah. Ibunya jatuh sakit dan meninggal. Sebelum meninggal Bik Eti menitipkan Anah dan kotak perhiasan milik Anah kepada Pak Haji Budiman -- pengusaha sukses di daerah Banten -- Bik Eti juga menceritakan perihal kebenaran Anah kepada Pak Haji, bahwa Anah sebenarnya bukan anak kandungnya. Ia tidak tahu dimana orang tua kandungnya, Ia hanya bisa mendapat petunjuk dari perhiasan mahal yang sepertinya berasal dari orang tua Anah.


Tumbuhlah Anah di bawah asuhan Pak Haji Budiman. Anah tinggal dengan kedua anak Pak Haji namanya Hakim dan Bashir. Hakim lebih tua 4 tahun darinya sedang Bashir seusia dengan Anah. Saat Anah ditinggal Bi Etik, Anah masih mengenyam bangku sekolah di kelas 4 SD. Anah dan Bashir selalu satu sekolah hingga SMA. Sedang Hakim memutuskan untuk menimba ilmu di Kairo.

Anah dan Bashir memiliki perasaan yang sama satu sama lain. Mereka saling menyukai. Bashir selalu menjaga Anah yang sering diejek oleh teman-temannya karena asal-usul Anah tidak jelas. Wajah Anah memang blasteran, seperti bukan putri dari seorang penjual nasi uduk yang diketahui banyak orang. Sejak saat itu Anah lebih suka menutup diri dari identitasnya.

Selama ini tidak ada yang berani mengganggu Anah secara berlebihan karena selalu ada Bashir yang menjadi pengawal Anah. Namun pada suatu hari, Dicky yang sangat menyukai Anah berusaha menjebak Bashir agar jauh dari Anah, sedang Ia akan mengantar Anah pulang tanpa kawalan Bashir. Siasat itu berhasil hingga membuat Anah nyaris kehilangan kesuciannya, untung teman Dicky yang menolong Anah dengan mengorbankan nyawanya.

Anah hendak menenggelamkan dirinya di laut karena merasa terhina. Tetapi Ia diselamatkan oleh pasangan suami istri yang baik hati. Mereka menasihati Anah agar tidak lagi melakukan hal-hal yang dilarang agama. Bapak dan Ibu Hidayat mengantarkan Anah kembali ke rumah Pak Haji Budiman. Bashir yang merasa sangat bersalah karena telah membuat Anah dalam bahaya lega karena Anah sudah kembali dengan selamat. Namun hal yang mengejutkan, Anah meminta izin kepada Pak Haji untuk ikut serta Bapak dan Ibu Hidayat ke Jakarta untuk mengejar mimpinya sebagai dokter. Bashir sangat shock mendengar permintaan Anah. Ia berusaha menghentikan keinginan Anah karena Ia tak mau kehilangan Anah lagi. Tetapi Anah tetap keukeh dan meyakinkan mereka bahwa Ia akan baik-baik saja.

Dengan berat hati Pak Haji dan Bashir melepas kepergian Anah. Sejak saat itu Bashir merantau keliling Indonesia sebagai wartawan dan memutuskan untuk tidak ikut andil dalam perusahaan ayahnya.

Pada saat Pak Haji Budiman hendak ke masjid. Saat Ia menyebrang, tiba-tiba ada mobil yang menabraknya dan langsung lari. Ia segera dilarikan oleh jamaah masjid Agung yang juga saat itu hendak ke masjid. Di rumah sakit, Hakim menunggui Pak Haji. Hakim sudah pulang karena Ia diminta untuk pulang oleh Pak Haji segera setelah Ia menyelesaikan kuliahnya. Anah juga datang bersama Bapak Ibu Hidayat. Pak Haji menunggu Bashir yang tak kunjung datang karena masih berada di Ambon tempat kerusuhan saat itu terjadi. Bashir berusaha untuk kembali dari Ambon, tetapi untuk keluar dari sana sangatlah sulit karena jalan keluar kebanyakan di blokade oleh tentara.

Pak Haji Budiman sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakitnya. Ia akhirnya meminta Hakim untuk erjanji menikahi Anah. Hakim hanya terdiam dan tidak bisa menolak. Walaupun Anah bukan wanita yang dicintainya. Selesai menikah, Bashir datang mengucapkan selamat. Hatinya sakit melihat wanita yang dicintainya sejak kecil bersanding dengan orang lain dan orang lain itu tak lain adalah kakaknya sendiri. Sebelum meninggal, Pak Haji memberikan sebuah kotak perhiasan kepada Anah. Ia memberitahukan bahwa itu titipan dari Bik Eti sebelum meninggal. Anah bertanya-tanya bagaimana Bik Eti bisa mempunyai perhiasan semahal itu, mengapa tidak dijualnya saja untuk modal usahanya. Pertanyaan itu terjawab saat muncul Pak Hari Natadiningrat, bos tempat Anah bekerja yang mengaku bahwa Ia ayah kandungnya.


Novel ini emang penuh dengan cobaan buat Anah. Mulai dari kehidupannya yang miskin hingga pernikahannya dengan Hakim yang semu. Novel ini menceritakan bagaimana lika-liku seorang muslimah yang berjuang menghadapi kehidupannya. Sarat akan pelajaran tentang nilai kehidupan. Tetapi sayangnya, kehidupan yang nyata, tidak tahu pasti akankan berakhir dengan sad ending atau happy ending karena itu rahasia Allah. Berbeda dengan novel Cinta-Mu Seluas Samudra yang mengakhirkan Anah menjadi muslimah seutuhnya dan bahagia bersama keluarganya.

0 coretan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...