Rabu, 24 Maret 2010

SAATNYA UNTUK KEMBALI

Rehat bentar dech dari posting lombablog. Walaupun baru satu yang kuposting sich .. hehehe .. Tapi ini aku habis nulis artikel mengenai korupsi yang kukirim siang tadi. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua... ^^


Berbagai bentuk permasalahan politik Indonesia telah membuat para masyarakat bosan dengan sistem pemerintahan yang ada. Pemimpin yang mementingkan diri masing-masing menjadi hiasan berita di koran maupun televisi. Bagaimanakah jadinya Indonesia ke depan dengan sistem pemerintahan dan pemimpin yang korup?
Soal sistem pemerintahan yang acakadul bisa jadi berawal dari pemimpin yang tidak profesional. Pemimpin yang koar-koar akan mensejahterakan rakyat ketika memerintah nanti, rupanya hanya sebatas janji belaka tanpa ada realita. Janji sebatas janji dan hutang tak pernah di bayar, mereka justru menuntut fasilitas keistimewaan sebagai pemimpin dikarenakan kerja mereka yang “mungkin” lebih berat dibanding para pengabdi negara lainnya. Tetapi tuntutan-tuntutan yang mereka utarakan tak sebanding dengan kinerja mereka yang hanya bisa mengambil uang rakyat.
Hal itu membuat masyarakat jengah dengan sikap dan kelakuan para pemimpin. Mereka mulai tak mempercayai pemimpin mereka sendiri. Mereka tak merasa dilindungi ataupun terbantu dengan adanya pemimpin rakyat. Adanya pemimpin rakyat justru tak menyelesaikan problema malah menambah problema hidup yang ada berkaitan dengan politik.
Contoh saja, kasus Century yang menghebohkan masyarakat belakangan ini. Beberapa pejabat negara maupun para pemimpin rakyat ikut terseret kasus di balik pencairan dana Century. Opini masyarakat di permainkan menjadi pro dan kontra. Suasana politik pun kian memanas, hal ini karena menyangkut para pemimpin yang bisa saja terseret ke meja hijau layaknya terpidana lain yang terbukti melakukan kesalahan.

Dampak yang ada
Semakin seringnya kasus-kasus yang menyangkut nama pemerintah, maka semakin berbahaya pula untuk para wakil rakyat yang menjalani amanat. Mereka dapat kehilangan kredibilitasnya di mata rakyat. Skandal-skandal mengenai mereka memang telah banyak membuat berbagai persepsi yang negatif terhadap wakil rakyat.
Masyarakat yang telah kehilangan kepercayaan terhadap pemimpinnya akan bertindak sesuka hati tanpa memikirkan berbagai peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah dan pemimpinnya. Hal itu akan memicu konflik masyarakat yang pelik dan tak dapat dihindari. Akibatnya stabilitas pemerintahan akan terganggu dan konsekuensinya pemerintah harus mengatasi hal tersebut.

Keinginan Sederhana
Sebenarnya keinginan rakyat ini sangat simpel dan nggak neko-neko. Perlu disadari, mereka hanya menginginkan pemimpin yang dapat di percaya. Yang tak sekedar obral janji belaka tanpa ada realisasi nyata. Tapi mereka menginginkan kembali pemerintahan yang bersih dan bebas dari perkara korupsi yang sudah mendarah daging di pemerintahan Indonesia.
Kriteria pemimpin rakyat yang sudah sangat ditunggu-tunggu masyarakat sejak dahulu: pro rakyat, mengutamakan kepentingan rakyat, pengemban amanat rakyat itu memang membutuhkan proses yang begitu lama dan panjang, mengingat betapa korupsi sudah seperti makanan sehari-hari bagi para pemimpin Indonesia.

Semarang akan segera mengadakan pesta politik berupa pemilihan walikota Semarang. Sekarang inilah saatnya mengembalikan kepemimpinan yang amanah terhadap tugas yang telah diembankan oleh warga Semarang.

1 coretan:

vi_ mengatakan...

ups!!!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...