Minggu, 17 Oktober 2010

Aku Tulis Sajak Cinta Ini

Sajak-sajak Musthofa Aldo



Ingin selalu kupersembahkan untukmu

Sajak-sajak yang sederhana

Sekuntum cinta yang sederhana

Segumpal rindu yang sederhana

Sebab hidupku yang sunyi memintaku

Bercinta lebih dari sekedarnya

aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan

Qois pada Laila karena bulan baru sembuh dari gerhana

Aku ingin menyayangimu dengan sederhana

Dengan isyarat-isyarat cinta pada mata

yang tak sempat mengerling

lantaran senja semakin rahasia

kukatakan sekali lagi

bahwa aku mencintaimu

maka pukullah aku jika kau tak suka

hari-hari yang kulalui

hanya berbatas dinding dan malam

sepi memintal leher dan mencekik penantian bulan

aku mencintaimu

langit dan bumi inilah saksinya

maka lemparlah bila kau tak suka

karena aku pun tak sengaja mencintaimu

aku tulis sajak cintaku ini

karena tak bisa kubisikkan padamu

rindu mengarungi senin, selasa, rabu dan seluruh minggu

untukmu, akan kutanam pokok-pokok melati dihatiku

dan akan kuantarkan harumnya pada lubuk hatimu. 2009


Api Unggun Diatas Sajakmu

Sajak-sajak Musthofa Aldo


Di sepanjang via dolorosa

Para demontrans membuat api unggun diatas sajakmu

Dan langit pun kehilangan warna

Dan sajak-sajakmu kehilangan kata-kata.

Lalu, bercak-bercak darah bercipratan

Bersama hujan yang gundah sepanjang malam

Menyirami jejak-jejak huruf yang tinggal puing

Menghayutkan perih pada liang luka berkeping-keping

Malam itu kusaksikan

Seorang musafir memanggang puisi

Diatas api unggun itu. 2009




Hihihi ... Ooppie sukag ajha nih ama ni puisi . mna gg sengaja nemu pulag . :D

Ooppie nemu di webnya Annida, majalah langganan Ooppie dulu yang sekarang berubah halauan jadi media elektronik .

0 coretan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...