Senin, 27 Desember 2010

Disorder part 2

Sampai sekarang aku selalu
bingung harus berkata apa.

Aku tau dia tak nyaman denganku
dan berusaha tetap tersenyum
didepanku.

Kami pun melalui hari dengan
canggung dan kehati-hatian.


Dia masih tetap perhatian seperti
dulu, karena mungkin sikapnya
memang selalu seperti itu pada
semua orang yang dikenalnya.

Sejujurnya aku kangen dengan
candanya yang lepas.

Mengobrol bersama tanpa ada
rasa sungkan di antara kami.


Tapi entah apa yang kurasakan
Luka ini terlalu dalam untuk
segera disembuhkan

Hanya masalah sepele yang memicu
Tapi dampaknya luar biasa membisu


Ingin mencoba untuk lebih dekat lagi
Tapi kami sekarang seperti
memiliki 2 kutub yang sama

Jika ada yang mendekat, maka yang
lain akan menghindar

Berat rasanya jika harus melalui
hari.





















































Mencoba memikirkan solusi

3 coretan:

Risky MW mengatakan...

puitisnyaa dee.. hihihihi.. tapi baguss.. oppiee seneng nulis y syang.. trus nulis yaa.. tulisannya bagus.. ^___^

ukhty desi mengatakan...

hemmmm... ttg sapa sof??? :)

ooppie^,^vie mengatakan...

k'risky_ msag puitis tha kak?? pdhal tu asal bwadt . plus kykna bkn puisi dch.. hehe
iyya .. ooppie seneng banget nulis .. pngen jd pnulis trkenal nih.. hihi

mb'desy_ ttg qu mb' .. hahaha

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...