Sabtu, 02 Juli 2011

[MOTIVASI] Nasehat ituuu...

Baru saja ...


ya baru saja ....


Nasehat itu entah serasa menggetarkan bulu kudukku. Sungguh mengerikan mendengar fenomena masa kini. Aku hanya bisa menghela nafas dan tak berkata apa-apa. Karena bukan tipikalku untuk bercerita mengenai hal-hal yang benar-benar penting dalam hidupku. Aku lebih suka memendamnya sendiri dan menyelesaikannya tanpa harus merepotkan orang lain. Itu memang pemikiran bodohku.


Terdengar baru saja ....

Seseorang akan diuji sampai mana imannya kepada Allah. Hanya ada dua, apakah ujian itu dapat membuatnya kokoh laksana batu karang atau membuatnya hancur berkeping-keping.

Aku hanya terdiam mendengarnya.

Sekali lagi bercerita...
Setiap orang pasti akan mendapatkan ujian kehidupan. Baik itu umat muslim ataupun non muslim. Allah pasti memberikan ujian kehidupan secara adil. Bedanya kita adalah seorang muslim yang tentu saja memiliki Allah sebagai tujuan hidup dan warisan ajaran Rasulullah sebagai pedoman hidup di dunia. Apakah itu akan kau pakai?? Itu terserah dirimu karena Allah tidak butuh timbal balik darimu, justru yang membutuhkan itu dirimu

Kali ini aku termangu bukan terdiam.

Melanjutkan pembicaraan...
Lalu? Hasil mana yang akan kau pilih?
Jangan berbangga hati jika Allah tidak memberimu ujian. Justru disitulah ujianmu. Allah akan membiarkanmu terus melanjutkan hal yang tak berguna atau bahkan berdosa hingga kau terlena. Lalu bisa saja tiba-tiba Allah memberikan ganjarannya. Bisa lebih berat daripada orang-orang yang setiap hari selalu diuji oleh Allah. Mungkin saja karena kau telah menumpuk dosamu sehingga membutuhkan ujian yang besar dan tak terduga untuk menghapuskan dosamu.

Terdiam sejenak membiarkanku berpikir lalu meneruskan kembali...
Kau ingin pilih mana?? Bersakit-sakit dahulu lalu Allah akan memberikan hadiah terbaiknya. Atau sekarang senang tapi entah bagaimana esok?

Bulu kudukku mulai merinding. Tak pernah terbayang kisah itu dalam benakku. Selama ini hanya menjalani hidup seperti air mengalir dan tak mempedulikan itu. Padahal begitu dekat dan nyata. Astaghfirullah....

Mulai berucap lagi....
Betapa indahnya jika terjadi tepat pada waktunya. Tak perlu bersembunyi atau menyembunyikan. Tak perlu ada keburukan yang terpatri. Tak usah repot menghapus dosa karena akan berpahala. Tentu saja semua itu diniatkan untuk Allah dan Allah akan memberikan keberkahannya.
Senyumpun mengembang.

Pemungkasan...
Kuatkan tilawah qurannya. Al Ma'tsurat setiap hari. Usahakan puasa sunnah. Cobalah secara bertahap. Tak perlulah berubah secara drastis. Allah tak kan suka itu, karena itu akan menjadikan kau lemah iman. 30 hari ini manfaatkan waktu untuk mempersiapkan bulan Ramadhan.


Tahukah kau kisah apa ini kawan? Kau bisa saja menafsirkannya sendiri sesuai pemikiran dan keinginanmu. Tapi satu kata yang ingin aku berikan padamu. SEMUA PASTI INDAH PADA WAKTUNYAlangue


Keep istiqomah!!!

2 coretan:

dira mengatakan...

dira jadi ikut merinding..
belakangan tambah ******
hhh, MAKASIH BANYAK BANYAK MBAK!!!
semoga kita masih punya waktu hehe ^^
FIGHTING!

ooppie^,^vie mengatakan...

tambah apa tu dira?? hehe

sama-sama .. qt jg saling mengingatkan yaa..
manfaatkan waktu yang ada dengan sebaiknya .
sesungguhnya hal yg paling dekat dgn kita adalah kematian . kykna masih lama tp siapa yang tahu . dan hal yg paling jauh adalah masa lalu . meskipun bru stu detik brlalu tp tetap saja tak bsa dikembalikan . .heee

*kok jadi brasa ceramah yaa?? hihi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...