Sabtu, 12 Februari 2011

[FanFiction] Balada Ayam Kembar I


Suara bel terdengar nyaring dan membahana di seantero rumah. Tak ada tanda-tanda penghuni rumah membukakan pintu. Tapi…
“Hyung!!!!!!!!!” teriak Minho dari kamar mandi. Onew yang sedang mendengarkan music dengan ipodnya terlonjak kaget mendengar suara nyaring Minho yang sungguh tak pantas untuk nada tinggi.
Onew baru menyadari kalau bel rumah sedang bernyanyi. Segera Ia berlari menuju ruang tamu.
“Haaaaa….!! My chicken!!!” teriak Onew kegirangan saat membukakan pintu. Langsung saja Ia mengambil pesanannya itu. Untung dia nggak lupa buat bayarnya.
Minho sudah selesai mandi. Ia melihat Onew di meja ruang tamu membuka kotaknya dengan wajah berbinar.
“Hyung!!! Bosan aku setiap hari makan ayam!” Tentu saja Minho bosan. Karena setiap hari Ia pun kejatuhan jatah ayam Onew. Karena Onew hanya mau ayam di rumahnya, nggak mau yang lain. Daripada kelaparan Minho milih makan ayam deh..

“Sssst…. Ayam sudah menghidupiku selama 22 tahun! Jadi duduk dan makanlah!”
“Sudah berapa kali kau bilang ayam telah menghidupimu, tapi sampai kapan kau bosan dengan ayam?” Minho malas memakannya. Berharap semoga Key pulang membawa makanan. Tapi harapan itu tentu saja tak akan terkabul karena Key terlalu pelit walaupun dia paling kaya di antara mereka semua.
“Hey! Kau tak mau makan?” Onew bertanya dengan mulut penuh.
“Ah tak usah Hyung! Aku masih kenyang…,”
“Memangnya kau baru saja makan apa?”
“Angin!” jawab Minho dan berlalu pergi. Onew bengong melihat tingkah Minho, sampai nampak makanan di mulutnya. Saking lebarnya tuh mlongonya. Wakakaka.
***
“Aku pulang…..!” Key datang dengan membawa belanjaan yang cukup banyak. Minho menyongsong kedatangan Key.
“Hyung.., tumben kau membeli belanjaan begitu banyak, apa kita akan pesta?” tanya Minho antusias. Terang aja dia senang, seharian nggak makan. Harap-harap cemas moga Key ngadain pesta.
“Ah enggak kok, cuma ingin menghabiskan uang!”
Minho melongo mendengar jawaban Key, Onew yang membawa handuk baru akan mandi pun tak jadi meneruskan tujuannya untuk mandi dan berlari ke arah dapur tempat Key meletakkan belanjanya.
“Serius kau Key?!” tanya Onew tak percaya.
“Kenapa harus bercanda Hyung?”
“Ah kukira kau orang yang cukup pelit, tapi ternyata kau sangat dermawan,” ujar Onew sambil menepuk-nepuk pundak Key. Mendengar Onew mengucapkan kata pelit langsung saja raut wajah Key berubah tidak bersahabat. Melihat gelagat itu, Onew langsung ngacir ke kamar mandi.
“Minho! Kuserahkan padamu!” teriak Onew diiringi dengan pintu kamar mandi yang menutup.
Minho tak tahu menahu apa yang dimaksud Onew. Ia pun masih berdiri dihadapan Key.
“Apa benar aku orang yang pelit Minho?” tanya Key dengan wajah kalutnya.
“Apa?”
“Tolong jawab dengan jujur, apa aku orang yang pelit?” Key terus mendesak Minho untuk menjawab pertanyaannya. Minho bingung. Dia dilema antara menjawab jujur atau berbohong.
“Ah tidak kok hyung”
“Tapi kau tak nampak ingin menjawab tidak, berarti sebenarnya kau ingin menjawab iya kan?” Key masih mendesak Minho.
Minho kini menyadari apa maksud Onew. Key memang seperti itu. Jika sikap buruknya disinggung maka Ia akan terus bertanya apakah benar itu. Jika yang ditanya menjawab tidak maka Key akan mendesak untuk menjawab ya, namun jika sudah dijawab ya maka keluarlah tangisan Bombay ala Key yang sangat peka perasaanya jika disinggung. Dan itu baru saja terjadi.
“Onew hyuuuungg!!! Kau!!!” teriak Minho kesal. Key masih menangis di ruang tv. Belanjaannya pun Ia abaikan. Minho pusing dengan tingkah melankolis hyungnya. Tapi Ia juga kesal dengan tingkah Hyungnya yang lain.
Onew sendiri sudah asik berdiam di kamarnya mendengarkan musik Lucifer.

To be continyuuuut

Ini FF pertama yang Ooppie buat. Hahaha
Udah sering sih diajakin nulis FF ama temen-temen tapi belum muncul ketertarikan. Eh.., waktu dah minat dalam sekali ngetik dah dapet tiga halaman. hihi

Mian kalau pilihan katanya rada aneh. Masih amatiran...
Smoga FF selanjutnya bisa lebih baik.. hehe

0 coretan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...