Selasa, 15 Februari 2011

[BUKU] Narnia Kuda dan Anak Manusia

Sebelum try out kemarin entah kenapa Ooppie sempet-sempetnya baca novel dulu. Haha
Waktu hari minggu seharian Ooppie nggak pergi buat baca buku ini.
Judul : The Chronicles of Narnia, Kuda dan Anak Manusia
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Januari 2006
Penulis : C.S. Lewis
Rata Tengah
Berpacu Menuju Kebebasan
NARNIA…
Tanah di mana para kuda bisa berbicara…
Pengkhianatan mengintai…
Dan takdir menanti

Dalam perjalanan penuh tantangan, empat pelarian bertemu dan bergabung. Meski awalnya mereka hanya berusaha membebaskan diri dari kehidupan yang kejam dan menekan, tak lama kemudian mereka mendapati diri mereka berada di tengah-tengah pertempuran dahsyat. Pertempuran yang akan memutuskan bukan hanya nasib mereka, tapi juga nasib Narnia.
Ini bagian belakang bukunya. Hehe.
Seperti biasa selalu mencantumkan bagian belakang
Ceritanya disitu ada seorang anak yang sering diperlakukan budak oleh ayahnya yang seorang nelayan. Namanya Shasta. Mereka tinggal di Calormen daerah Selatan. Shasta ingin sekali mengetahui daerah Utara, tetapi ayahnya selalu melarang Shasta agar tidak berbicara mengenai negeri Utara dan jangan sampai Shasta pergi ke sana. Kemudian ada seorang bangsawan Calormen datang mengunjungi rumah nelayan itu. Rupanya ia menginginkan Shasta untuk dijadikan budaknya. Shasta yang saat itu diam-diam mendengarkan, juga mengetahui kalau Ia bukan anak kandung ayahnya. Ia lalu mengajak bicara kuda tunggangan bangsawan Calormen itu dan berharap kuda itu bisa bicara untuk menceritakan bagaimanakah perangai bangsawan itu, karena Ia yakin ayahnya pasti akan menjualnya.
Alangkah mengejutkan karena kuda itu bisa bicara. Ia kemudian menceritakan bahwa majikannya itu memiliki perangai yang tidak baik. Lebih baik Shasta lari darinya. Dan kuda itu mau menemani Shasta kabur dari rumahnya menuju utara. Bree – nama kuda itu – bercerita bahwa ia berasal dari Narnia, negeri di Utara. Shasta sangat tertarik mendengarnya, mereka memutuskan untuk pergi ke sana.
Bree sangat takut pada singa dan diperjalanan mereka bertemu dengan singa besar yang membuat Bree berpacu dengan ketakutan. Disitulah mereka bertemu dengan Aravis – seorang putri bangsawan Calormen – beserta kudanya Hwin yang juga bisa bicara. Mereka kemudian melakukan perjalanan bersama dengan tujuan yang sama, negeri Narnia.
Awal-awal baca ni buku rada bosan sih coz enggak mudeng tentang ceritanya. Bahasanya rada klasik-klasik gitu dibagian depannya. Tapi setelah tahu jalan ceritanya, wah! Langsung dah dalam sehari pengen ngabisin tu buku. Hehehe
Pertama kali kenal Narnia dari film Narnia tentang penyihir putih yang waktu itu diputer pas pelajaran Bahasa Indonesia waktu SMP, setalah itu jadi pengen tahu kisah kelanjutan negeri Narnia. Bagus juga.
Kata temen Ooppie ada 7 seri kisah Narnia dan buku ini merupakan seri ke5 setelah kisah:
1 Sang Singa, Sang Penyihir dan Lemari
2 Pangeran Caspian
3 Petualangan Dawn Treader
4 Kursi Perak
Happy reading this book :)

Kekeke.. mian ya kalau kualitas gambarnya jelek. Itu Ooppie sendiri yang foto mana pake kamera lepi pula. Jadilah jelek banget kualitasnya. Hihi
Owy, itu kalo ada yang tanya kenapa kok ada label birunya?? Coz itu pinjeman dari perpus. wkwk
Jadi Ooppie nggak tahu harga bukunya berapa. Haha

0 coretan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...