Rabu, 09 Mei 2012

[PUISI] Kabut Pekat

KABUT PEKAT
Tangisan itu semakin histeris memekakkan telinga
Para pendengarnya hanya pasrah tanpa bisa membantu
Ufuk mentari mulai tampak
Hatinya tetap terselimut kabut
Kabut keangkuhan
Yang telah meruntuhkan dirinya
Dalam ketakberdayaan
Kabut kehilangan
Akan dirinya
Dinding ini sulit untuk ditembus
Membuatnya larut dalam permainan
Permainan yang akan membuatnya
Terdampar dalam dunia misteri
Tak ada seorang yang tahu
Hanya dirinya dan Ia . .
Rumah(30/8/2009), siang hari saat semua orang pergi. Saat itulah aku merenung untuk diri sendiri. hihihi

0 coretan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...